Kamis, 24 Juni 2010

Ma'lumat

salamun 'alaikum. Alhamdulillah ujian akhir smester II telah berakhir, tinggal menunggu nilai. semoga Allah memberikan yang terbaik untuk ana pribadi dan dakwah Islam. buat teman2 yang ingin menyampaikan pertanyaan silakan langsung dikirim ke HP ana. maaf agak terlambat menjawab pertanyaan sebelumnnya karena disibukan oleh ujian dana ada musibah. notebook ana digondol maling saat dipinjam teman. tapi lahamdulillah sudah dapat gantinya. ada rizki berupa uang pinjaman teman. semoga berkah. mohon doanya. syukron. Wahyudi

Senin, 07 Juni 2010

tanggapan untuk AKh Rendy


Adapun hadist Nabi dari Ibnu Musayyab:
أن أبا بكر وعمر تذاكرا الوتر عند النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال أبو بكر : أما أنا فأنام على وتر ، فإن استيقظت صليت شفعا حتى الصباح ، وقال عمر : لكني أنام على شفع ثم أوتر من السحر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لابي بكر : حذر هذا ، وقال لعمر : قوي هذا
bahwasanya Abu Bakar dan Umar berdiskusi tentang shalat witir di hadapan Nabi saw. Abu bakar berkata: saya tidur setelah melaksanakan shalat witir, jika saya terbangun maka saya shalat sepasang-sepasang hingga waktu subuh. Sedang umar berkata: sebaliknya saya tidur kemudian shalat sepasang (tahajjud) kemudian witir hingga terjaga. Nabi kemudian bersabda bagi Abu Bakar: ini adalah tipe orang yang berhati-hati, sedang terhadap Umar Nabi bersabda: ini adalah tipe orang yang kuat.
Maka hadist ini telah diriwayatkan dalam banyak jalur. Redaksi diatas dari Mushannaf Abdurrazaq 3/14 dan riwayat Thahawi 1/342. Redaksi yang berbeda tapi maknanya  sama diriwayatkan Imam Ahmad 1/330, Abu Dawud 2/134, Ibnu Majjah 1/374, al Hakim 1/301, al Baihaqi 3/35, Ibnu Khuzaimah2/145-146, Ibnu Hibban 6/199 dan lain-lain. Yang jelas hadist ini shahih dengan banyak jalur
Konteks hadist ini adalah untuk shalat witir bukan tahajjud. Hal ini dapat dilihat dari redaksi hadist di atas. Oleh karena itulah maka Abdurrazaq memasukannya dalam bab tentang waktu yang disunnahkan untuk shalat witir (ساعة يستحب فيها الوتر). Lajnah daimah memasukannya dalam bab shalat witir. Asy Syaukani memasukanya dalam bab la witraani fi lailatin (tidak ada 2 witir dalam satu malam). (lihat Mushannaf Aburrazzaq 3/14, Fatawa Lajnah Daimah 9/202 dan Nailul Authar 4/316)
Jadi jelas bahwa yang menjadi obyek pembahasan hadist ini dan yang semakna adalah shalat witir bukan shalat tahajud. Jadi tidak tepat berhujjah bolehnya shalat tahajjud sebelum tidur dengan hadist ini.  Wallahu ‘alam

Minggu, 06 Juni 2010

Waktu shalat Tahajjud


Kapankah waktu pelaksanaan shalat  tahajjud? Apakah boleh sebelum tidur ataukah harus tidur dulu? (Rendy, Banjarmasin)

Ulama berbeda pendapat tentang kapan pelaksanaan shalat tahajjud atau qiyamu al lail. Abu Bakar al ‘arabi menyatakan ada tiga pendapat:
Pertama, tahajjud adalah shalat yang dilakukan setelah tidur kemudian tidur lagi dan shalat lagi
Kedua, tahajjud adalah shalat yang dilakukan setelah tidur
Ketiga, tahajjud adlah shalat yang dilakukan setelah shalat isya’ tanpa disyaratkan harus tidur dahulu (Maushu’ah al fiqhiyyah 14/52).
Pendapat pertama difahami dari pendapat tabi’in berdasarkan af’al/perbuatan  nabi saw yang tidur kemudian shalat, kemudian tidur dan shalat lagi. (Maushu’ah al fiqhiyyah 14/52).
Pendapat kedua adalah pendapat jumhur fuqaha. Termasuk para sahabat dan ulama mazhab maliki dan syafi’ie. (Maushu’ah al fiqhiyyah 14/52, Tafsir al Quranil ‘adzhim li ibnu katsir 5/103, Tafsir Al bagahwi 5/115, Tafsir ath Thabari 17/523-524, I’nauth thalibin 1/292, Al bahjah al waradiyah 4/137)
Pendapat ketiga adalah pendapat sebagian sahabat dan juga pendapat Syaikh Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah. (Tafsir al Quranil ‘adzhim li ibnu katsir 5/103, Tafsir Al bagahwi 5/115, Tafsir ath Thabari 17/523-524, al Jami’ li ahkami ash shalah 2/391)
Syaikh Mahmud Abdul Lathif menyampaikan alasan atas pendapatkannya berdasarkan dua alasan:
Pertama, shalat tahajjud termasuk qiyam al lail. Sebagaimana shalat lail yang lain seperti witir dan tarawih yang tidak disyaratkan harus tidur dahulu. Maka demikian juga hal ini berlaku untuk shalat tahajjud.
Kedua, secara bahasa (lughah) tahajjud tidak hanya berarti tidur (naama-yanumu) tetapi juga berarti tidak tidur semalaman (sahara-yasharu). Kesimpulannya menurut beliau sah melaksanakan shalat tahajjud sebelum tidur sebagaimanana sah apabila dilaksanakan setelah tidur (al Jami’ li ahkami ash shalah 2/391).
Menurut kami, perbedaan pendapat diantara ulama minimal karena dua hal:
Pertama, berbedaan memaknai tahajjud secara bahasa yang bertolak belakang. Makna pertama tahajjud berarti tidur dan kedua bermakna tidak tidur semalaman.
Kedua berbeda dalam menafsirkan surah al muzammil ayat 6 dan surah al isra’ ayat 69. Sebagian menyatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah seluruh waktu setelah isya hingga terbit fajar sedangkan yang lain mensyaratkan harus setelah bangun dari tidur.

Menurut kami pendapat yang rajih (yang lebih kuat) adalah pendapat kedua. Wallahu ‘alam. Berdasarkan beberapa alasan berikut:
1.      Memang benar secara bahasa kata tahajjud adalah musytarak (satu kata banyak arti, bahkan kontradiksi). Tapi dalam hal ini Imam Thabari saat menafsirkan surah al isra’ ayat 69 telah mengkompromikan dua makna bahasa ini. Beliau menyatakan:
والتهجد: التيقظ والسهر بعد نومة من الليل
Dan tahajjud adalah bangun dan begadang setelah tidur di malam hari (Tafsir ath Thabari 17/523). Dengan mencermati pendapat Imam ath Thabari ini maka tentu terhapuslah anggapan bahwa kedua makna tahajjud ini bertolak belakang. Pendapat ini diperkuat dengan pernyaan Imam Ibnu Katsir yang menyatakan bahwa makna tahajjud dengan bangun setelah tidur di malam hari adalah sesuatu yang sudah dikenal dalam bahasa arab. Kemudian beliau mengutip pendapat Alqamah dan al aswad bin Ibrahim an Nakhai. (Tafsir al Quranil ‘adzhim li ibnu katsir 5/103)
2.      Nabi saw membedakan satu shalat malam dengan shalat malam yang lain. Beliau membedakan shalat witir dengan shalat tahajjud dengan memerintahkan shalat witir sebelum tidur jika khawatir tidak dapat bangun di malam hari untuk melaksanakan shalat tahajjud. Dari Abu Hurairah Nabi bersabda:
مَنْ خَشِيَ أَنْ لَا يَسْتَيْقِظَ آخِرَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَسْتَيْقِظَ آخِرَهُ . فَلْيُوتِرْ آخِرَهُ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ
Artinya: siapa saja yang takut tidak dapat bangun di akhir malam (untuk shalat tahajjud) maka hendaklah mendirikan shalat witir di awal malam. Dan siapa saja yang memilki semangat untuk bangun diakhir waktu maka hendaklah dia melaksanakan shalat witir di akhir malam. Sesungguhnya shalat di akhir malam disaksikan (para malaikat) dan shalat sunah yang paling utama (HR Muslim, Nailul authar 5/165).
3.      Perbuatan Nabi saw yang shalat setelah bangun dari tidur. Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa hadist-hadist yang menjelaskan bahwa Nabi shalat tahajjud setelah bangun dari tidur mencapai derajat mutawatir (Majmu’ fatawa Ibnu Taimiyah 4/23)
Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Adapun apabila ditanyakan: apakah kalau sudah lewat tengah malam maka boleh baginya untuk shalat malam tanpa diawali tidur. Maka berdasarkan penjelasan diatas jelas bahwa orang yang akan melaksanakn shalat tahajjud harus tidur dulu, dan syarat ini mutlak. Baik di awal malam, tengah maupun akhirnya. Wallahu ‘alam bi shawab
Yogyakarta, 6 Juni 2010
Al Faqir IlaLLAH. Wahyudi Abu Syamil Ramadhan (081251188553)




PEMBAHASAN SEPUTAR ‘ILLAT


PEMBAHASAN SEPUTAR ‘ILLAT
(Jawaban pertanyaan saudara Amri dan 08574035908)
Definisi ‘Illat
Adalah sesuatu yang keberadaannya menyebabkan adanya hokum. Dengan kata lain, illat adalah perkara yang memunculkan suatu hokum (Taisirul wushul ilal ushul hal. 90, al wadhih fi ushulil fiqhi hal. 113)
Karena illat merupakan penyebab munculnya hokum. Maka hokum mengikuti ada tidaknya illat. Jika illatnya ada maka hukumnya berlaku. Sebaliknya bila illatnya tidak ada maka hukumnya tidak ada/tidak berlaku. Dalam konteks inilah ulama ushul membuat satu kaidah ushul : al hukmu daarun ma’al ‘illati wujudan wa ‘adaman (hokum mengikuti illatnya ada atau tidak adanya) (lihat ushul as sarkhasi 2/181, al ihkam li amidi 8/181, kasyful asrar 7/3). Atau dalam redaksi yang sedikit berbeda tapi maknanya sama al ‘allamah asy Syaikh Taqiyuddin an Nabhani menyatakan Al hukmu yadurru ma’al illati wujudan wa ‘adaman (Syakhshiyyah Islamiyah 1/223). Al ‘illatu tadurru ma’al ma’lul wujudan wa ‘adaman (Mafahim Hizbut Tahrir hal 30).
Illah merupakan salah satu rukun qiyas (salah satu sumber hokum Islam dengan kesamaan illat). Sebagai contoh haramnya jual beli saat adzan shalat jum’at adalah karena pelalaian dari mengingat Allah (ilhau min dzikrillah) yaitu pelaksanaan shalat jumat berjama’ah. Sebagaimana firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al Jumu’ah: 9)
Maka ilhau min dzikrillah menjadi illat haramnya jual beli. Maka kegiatan apapun yang dapat melalaikan dari mengingat Allah (melaksanakan shalat jum’at berjamaah) adalah haram karena ada kesamaan illat.  Bukan hanya jual beli. Misalnya proses belajar mengajar, akad ijarah misalnya buruh perusahaan, pernikahan, dan sebagainya.
Sebagai contoh lain. Mempersiapkan kekuatan militer untuk mengentarkan musuh. Sebagaimana firman Allah:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ
Artinya: Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.(QS. An Anfal: 60).
Kuda-kuda yang tertambat pada tempoe doeloe adalah kekuatan militer yang dapat digunakan untuk menggentarkan musuh. Tapi saat ini tentu kuda bukanlah sarana yang efektif untuk menggentarkan musuh. Artinya illat ayat ini tidak terpenuhi, maka hokum kuda bukan perkara yang wajib di era modern sekarang ini.
Maka berdasarkan illat ayat ini kita boleh mempersiapkan apa saja yang dapat menggentarkan musuh. Salah satunya adalah nuklir. Maka hokum nuklir di masa sekarang menjadi satu hal yang wajib untuk mewujudkan illat ayat ini yaitu menggentarkan musuh. Dimasa yang akan datang bisa jadi nuklir bukanlah senjata yang menakutkan. Sehingga nuklir tidak lagi cocok dengan illat pada ayat ini. Dan seterusnya.
Bersambung… (Maaf ya akhi Amri, Tapi ringkasnya contoh illat aqli adalah: illat diharamkan khamer adalah karena memabukkan, illat puasa adalah untuk kesehatan, illat perintah memakai jilbab adalah agar mudah dikenal dan tidak diganggu dsb. Akan dilanjutkan 2 mg lagi setelah final test. Semoga maklum)
Yogyakarta, 6 Juni 2010
Wahyudi Abu Syamil Ramadhan


Rabu, 02 Juni 2010

Materi Ringkasan Grammar in English


MATERI BAHASA INGGRIS
I.                    TENSES
PRESENT
PAST
1.       Future = S + will/shall+ V1
2.       Perpect = S + have/has + V3
3.       Continous = S + to be (is am are) + V ing
4.       FP = S + will/shall + have + V3
5.       FC = S + will/shall + to be + V ing
6.       PC = S + have/has + been + V ing
7.       FPC = S + will/shall+ have + been + V ing
8.       Simple => S + V1 (Plural)
ð  S + V1(s/es) (Singular)
1.       Future = S + would/should+ V1
2.       Perpect = S + had + V3
3.       Continous = S + to be (was/were) + V ing
4.       FP = S + would/should + had + V3
5.       FC = S + would/should + to be + V ing
6.       PC = S + had + been + V ing
7.       FPC = S + would/should + have + been + V ing
8.       Simple => S + V2 (Plural)
                         S + V2(s/es) (Singular)

Modal 1: can, may, must, shall,will
Modal 2: chould, might,-----, should, would
Kata kerja berdasarkan Tenses
Present
Past (V2)
Past Perpect (V3)
Present Perfect
To invinitive
invinitive(V1)
Is/am/are
Go/goes
Have/has
Was/were
Went
had
Been
Gone
had
Being
Going
having
To be
To go
To have
Be
Go
have


Beda Because dan because of
1.       Because diikuti clausa (S + V) => because she went to bali, she was absent
2.       Because of didikuti Noun/noun phrase => because of going to bali, she was absent
Pengandaian
If were a president, I would remove test TOEFL
Tipe I => If + S + v1, S + M1 + V1
Tipe II => If + S + V3, S + M2 + M3
Tipe III => If + S + had + V3, S + M2 + have + V3
CONDITION SENTENCES
TIPE
fAKTA
PENGANDAIAN
Ket
I


Masa depan
II
Present
+
-
Pengandaian
-
+
Sekarang, apapun S nya tobenya harus were
II
Past
Past perfect/PF perfect
Masa lampau/masa lalu

Penggunaan Have
Have punya 4 arti => memiliki, sudah, harus dan menyuruh
1.       Memiliki/mempunyai => S + have/had/has + N
Contoh: she has two boy friends
                 She does not have two boy friends  (-)
                 She did not have two boy friends (-)
2.       Sudah => S + have/had/has + V3
Contoh: she has had 2 boy friends
                She had had 2 boy friends (had1; perpect, had2: V3)
                 She has not had have two boy friends (-)
3.       Harus => S + have/had/has + to infinitive
Contoh: you have to studying TOEFL
4.       Menyuruh => a). S + have/had/has + O (biasanya orang) + V1
Contoh: she had him help her
b). S + have/had/has + O (dikenai pekerjaan) + V3
contoh: I have the would (tembok) painted (dicat) blue

REDUCE CLAUSE
1.       Ving + …… + S + V => melakukan pekerjaan
Contoh: living alone she feel sad (sedih)
2.       Conector + Ving +……+ S + V
Because she  living alone, she feels sad (sedih) atau bisa juga because she lives alone, she feels sad=> Jadinya: Because living alone, she feel sad=========== subyeknya dihapus
3.       V 3 +……………+ S +V => dikenai pekerjaan
4.       C+ V 3 +……………+ S +V => dikenai pekerjaan
Contoh when left (ditinggal) alone she feel sad
KESESUAIAN
Pernyataan I
Pernyataan II
Ada tobe
Ada modals
Ada have/had/has
Kalau tidak ada tobe/modals/have/had/has
Harus juga ada to be
Harus ada modals
Harus Ada have/had/has
Pakai do/does/did
Contoh: she is tall, and so am I
Wahyudi has a wife, and aji does too (and so does Aji)
She will come love, and they will too (and so will they),
She had been to bali, and I had too (and so had I)
Untuk bentuk yang negative
Neither, either, nor artinya juga
Contoh:
She can’t swim, and I can’t either (and Neither can’t I)
They have not been to bali, and she was not either (and neither has she)
INVERSI KARENA KOMPERATIVE
Fais is older than Futu is
Fais is older than is Futu
Fais home town is close than is Futu’s
Putu has (punya) more money than Fais does (does Fais)
Wahyudi had (sudah) visited (V3) Bali more than had Futu

PASIVE => S + to be + V3 (S dari Obyek)
Active => S + V + O = > She studied English
Pasive => S + to be + V3 => English was studied by her
Active => she will give them some money
Pasive => They (dari them) will given (V3dari give) some money
                   Some Money will given to them by her
Sentence
Active
Pasive
Present Future
Past Future
S + will/shall + V1
S+ would/should + V1
S + will/shall + be + V3
S + would/shoul + be + V3

Present perfect
Past perfect
S + have (jamak)/has (tunggal) + V3
S + had+ V3
She has given them some money
S + have /has +been + V3
S + had +been + V3
They have been given some money
Some money has been given to them by her

Present continous
Past coninous
S + tobe (is am are) + V ing
S + was/ were + V ing
She is giving some money
She was giving some money
S + tobe (is am are) +being+ V3
S + was/were +being+ V3
They are being given some money by her
Some money was being given to them by her
Simple Present
Simple past
S + V1/es/s
S + V2
She gives them some money
She gave them some money
S + is/am/are + V3
S + was/were + V3
They are given some money
They were given some money
Contoh lain:
They can not use this room => this room can not be use by them
CONCORD/KESESUAIAN


V singular
Every one/some one/no one/any one/each+ N sing
Every body/some body/no body/any body/each+Nsing
Every thing/some thing/no thing/any thing/ever+ Nsing

Contoh:
1. every one is infited to the party
2. no one knows whether, she will come or no
3. Each student gets a book
Each/one of + N plural +  V singular
Contoh: each of the students gets a new book

ADJECTIVE + N
I am strong man
You are very diligent student
Ajectivi è(menerangkan)  N
Adverb è(menerangkan)  Verb/Adj/ Adverb yang lain
Adverb of manner : loud + ly => loudly
There + to be + N => (to be tergantung N nya jamak atau singular)
Is/was/ has been (tunggal), are/were/will be/have been/must have been (jamak)
There will be a test tomorrow
There was an accident inferat of post office

REDUCE CLAUSE
Clause (S +V) yang dipendekan
Sub cause (anak kalimat), main clause (induk kalimat)
Pola umum => S+V…C… S+V .. C… S+V
Contoh: She was absent because  she went to Bali
Dipendekan => she was absent because going to bali
Untuk yang konektornya depan
While she was studying in yogya, she got a husband
ð  While studying in yogya, she got a husband
After she had finished studying, she went to Malioboro
ð  After having finished studying, she went to Malioboro
Rumusnya
1.       => C + Ving ….., S + V (melakukan); because living alone, she fills sad
ð  Ving ………….,S +V; she living alone, she fills sad => living alone, she fills sad
2.       => C + V3….., S+V
ð  V3….., S+V; left alone, she fills sad
3.       C + Adj…., S+V; when sich, she always visits him
AJECTIVE CLAUSE
Adj menjelaskan N
Clausa menjelaskn S +V
Adj clause menjelaskan S+V lalu menjelaskan N
Contoh adj clause:
Who => sebagai subyek; who biasanya diikuti V
Whom => sebagai O; whom diikuti S +V
Contoh dalam kalimat
1.       Wahyudi is from Banjarmasin
2.       Wahyudi is diligent
Wahyudi (wahyudi is from Banjarmasin) is diligent => wahyudi who is from banjarmaisn is diligent
Contoh lain:
Bejo is very strong
Trimbil loves bejo
Bejo (Trimbil loves bejo) is very strong
ð  Bejo whom trimbil loves is very strong
Who/which/that + V
KK TERTENTU YANG FORMNYA V ing atau V3 TAPI FUNGSINYA ADJECTIVE
Boring (membosankan)
Interesting (mementingkan)
Surprising (menegjutkan)
Frightening(menakutkan)
Bored (bosan)
Surprised (dipentingkan)
Surprised (terkejut/dikejutkan)
Frightened (ketakutan)

Contoh: she is boring (membosankan); she is bored (dia bosan)
Many people are surprised by the incident in Mojokerto
PARARELISME =KESETARAAN => sisi kiri dan kanan harus sama
Adjective
Adverb
Preposisi
Clause
V3
V ing
To infinitive
dst
AND
OR
BUT
Adjective
Adverb
Preposisi
Clause
V3
V ing
To infinitive
dst
Contoh: she has composed (V3) 10  song and (Connector) wrote (V2) 10 … (SALAH)
she has composed (V3) 10  song and (Connector) written (V3) 10 … (benar)
ANAK KALIMAT SELALU DIDAHULUI CONECTOR (REDUCE CLAUSE)
1.       Dona gots a new boy friend, while she studied in UNY => Dona gots a new boy friend, while studYING in UNY (subyek pada sub clause dihapus, verbnya jadi V ing)
2.       while she studied in UNY, Dona gots a new boy friend => while studYING in UNY, Dona gots a new boy friend (subyek pada sub clause dihapus, verbnya jadi V ing)
3.       After she ate bakso, she deed (keracunan) => after eating bakso, she deed
PILIHAN VOCAB HARUS DIPERHATIKAN (SAAT KAPAN NOUN, ADJ ATAU ADVERB)
Contoh: the beautiful of women is not important (salah, karena subyek harus N misalnya beauty)
PENGGUNAAN  as………. As dan the same ……….. as
As ADJECTIVIE/ADVERB as
1.       Dona is as old (adj) as mini
2.       Tom can run as ariely (adv) as jery
3.       Dona is as older as doni (SALAH karena older untuk koparative => dona is older than doni
THE SAME + NOUN + AS
Dona is the same age (noun) as mini
MODIFIER
A number/many/few/a few/ fewer/ several
+ N plural (countable)
Much/little/a little/ less/amount
+ uncountable

ATURAN REDUCE CLAUSE
MAIN CLAUSE
SUB CLAUSE
PRESENT
BOLEH PRESENT, BOLEH PAST
PAST
HARUS PAST

Contoh:
The man who ( C) Running fast is my friend (salah karena who/which/that hanya boleh diikuti V2 atau V present)
The man who ( C) is Running fast is my friend (benar)
NOUN CLAUSE
S + v + (C + S + V) => yang dikurung adlah noun clause sehingga dapat menjadi obyek
Do you know…?
a.       What did she do yesterday
b.      What(C ) she (S) did (V) yesterday (benar)
c.       She did what yesterday
She investigated ….. for long tiem
a.       How (c ) bats (s) live in colony (benar)
b.      How did bats live in colony
REDUCE ADJECTIVE CLAUSE
The man (s) who (c = s) loved her was my friend => the man (s ) loving (adj) her was my friend
The man who was arrested was a robber => The man arrested (adj) was a robber (who was dihapus)
SETELAH HAVE/HAS/HAD TIDAK BOLEH ADJECTIVE
She has thirsty (adj) (slah) => she has thirsty dogs (N)
They have beautiful (salah) => They have beautiful friend
In Jakarta, it has again the law to smoke in public (salah karena againd adj)
In Jakarta, it  again the law to smoke in public (boleh, krn tdk ada has)
The war (S) ….3 countries ended (V) after long talk
a.       Involved (adj juga tapi kurang cocok krn artinya dilibatkan)
b.      Involving (benar krn ajd yang berarti melibatkan)
c.       Involves (verb, tidak boleh double verb)
d.      For involve
PENGGUNAAN WHOSE
N + WHOSE + N (N YANG KEDUA MILIK N PERTAMA)
The man whose wite is pretty is my neighbor
The horse whose tail is very…
KATA2 KHUSUS
Request/demand/command/propose/require/insist/recomend
+ that + S + V1
1.       They insisted that she be (V1) punished (benar)
2.       They insisted (v2) that se go to Jakarta (go V1, benar)
3.       They insist that she go to jkt (benar)
PENGGUNAAN LIKE DAN UNLIKE
LIKE/UNLIKE + N, S + V
Like john, tom is strong
Unlike tom, jery is strongly
Like tom, jery likes cheese (like pertama=> diawal kalimat: mirip/sebagaimana, like kedua => setelah S = suka)