Rabu, 16 Desember 2009

Imam Mahdi bukanlah Khalifah Pertama

حدثنا أحمد قال : نا عبد الله بن جعفر قال : نا عبيد الله بن عمرو ، عن معمر ، عن قتادة ، عن مجاهد ، عن أم سلمة قالت : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : « يكون اختلاف عند موت خليفة فيخرج رجل من بني هاشم ، فيأتي مكة ، فيستخرجه الناس من بيته وهو كاره فيبايعونه بين الركن والمقام ، فيجهز إليه جيش من الشام ، حتى إذا كانوا بالبيداء خسف بهم ، فيأتيه عصائب العراق وأبدال الشام ، وينشأ رجل بالشام ، وأخواله كلب فيجهز إليه جيش ، فيهزمهم الله ، فتكون الدبرة عليهم ، فذلك يوم كلب ، الخائب : من خاب من غنيمة كلب ، فيستفتح الكنوز ، ويقسم الأموال ، ويلقي الإسلام بجرانه إلى الأرض ، فيعيش بذلك سبع سنين » أو قال : « تسع سنين » . قال عبيد الله بن عمرو : فحدثت به ليثا ، فقال : حدثني به مجاهد ، « لم يرو هذا الحديث عن معمر إلا عبيد الله »

Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari Bani Hasyim (Al-Mahdi) keluar pergi ke Makkah. Masyarakat membawanya (Al-Mahdi) keluar rumah menuju antara ar-rukn (hajar aswad) dan al-maqâm (maqam Ibrahim ‘alaihissalam). Sementara, dari Syam telah disiapkan pasukan untuk menyerangnya, namun ketika mereka berada di al-Baida’ (sebuah tempat antara Makkah dan Madinah), mereka semua ditenggelamkan (oleh Allah). (Melihat karamahnya itu), beberapa kelompok dari Irak, dan para wali (Abdal) dari Syam mendatanginya (untuk berbaiat). Seseorang di Syam yang ibunya dari Bani Kalb, menyiapkan pasukan untuk menyerangnya, kemudian Allah-pun mengalahkan mereka, sehingga bencana pun menimpa mereka, maka hari itu merupakan hari kekalahan bagi Bani Kalb. Bahkan, orang yang menyesal adalah orang yang tidak berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) Bani Kalb. Kemudian, ia (Al-Mahdi) membuka berbagai harta simpanan, membagi-bagi harta, menyampaikan (mendakwahkan) Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya. Masyarakat hidup bersama (Al-Mahdi) itu selama tujuh tahun, atau sembilan tahun.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, Al-Haitsami menyebutnya dalam Majma’uz Zawâij, ia berkata “semuanya rawinya adalah para rawi yang shahih).

Hijrah Menjadi Sebuah Pilihan Hidup


Kamis, 17/12/2009 10:00 WIB

Sudah 1430 tahun sejak Rasul Shallahu Alaihi Wa Sallam hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Al-Madinah Al-Munawwarah. Pada hari ini kita diberi Allah kesempatan memasuki tahun baru Hijriyah yang ke 1431. Kendati peristiwa besar itu terjadi sudah lebih dari 14 abad silam, namun pengaruhnya masih terus berlangsung dalam kehidupan kaum muslimin.

Hijrah adalah sunnatullah (system Allah) dalam kehidupan para Nabi dan Rasul, seperti nabi Ibrahim, Yunus, Yusuf, Musa dan terakhir Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itu, mereka melakukannya. Tanpa hijrah, mustahil mereka bisa menegakkan agama Allah. Tanpa hijrah, tidak mungkin para pengikut setia mereka dapat keluar dan bebas merdeka dari sistem jahiliyah dan penindasan yang dilakukan para penguasa zalim terhadap mereka, apalagi untuk menjalankan agama Allah dengan sempurna.

Sebab itu, Allah jadikan Hijrah itu salah satu pilar utama penegakan Islam setelah Iman dan sebelum Jihad. Di samping itu, Hijrah juga syarat memperoleh perlindungan bagi seorang Mukmin dari saudara-saudaranya yang lain. Allah berfirman dalam surat Al-Anfal, ayat 72 :

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi (saling menolong).

Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kalau kita tadabburkan ayat-ayat Al-Qur’an terkait hijrah, maka kita akan mengetahui bahwa Hijrah itu disyariatkan Allah, khususnya kepada umat Nabi Muhammad Saw. bertujuan sebagai berikut :

1. Jalan meraih derajat agung di sisi Allah dan kemenangan di akhirat, sebagaimana firman-Nya dalam surat At-taubah/9 : 20 :

الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah derajatnya paling tinggi di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

2. Jalan meraih kawasan atau negeri yang luas, kelapangan rezki dan jaminan meraih syurga, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Annisa’ / 4 : 100 :

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Hijrah adalah bukti nyata bagi orang-orang yang benar-benar beriman pada Allah dan Rasul-Nya, serta jaminan bagi mereka memperoleh ampunan dan syurga Allah. Allah berfirman dalam surat Al-Anfal / 8, ayat 74 :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.

4. Hijrah itu juga bukti solidaritas, kesetiakawanan dan loyalitas sesama kaum Mukmin, serta bukti termasuk ke dalam golongan umat Nabi Muhammad Saw. seperti yang Alllah jelaskan dalam surat Al-Anfal / 8 ayat 75 berikut :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَئِكَ مِنْكُمْ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

5. Hijrah adalah jalan mewujudkan loyalitas di antara kaum Muslimin sehingga mereka solid. Sedangkan loyalitas dan soliditas kaum Muslimin itu menjadi syarat mutlak dalam menghentikan kekacauan dan kerusakan yang dilakukan kaum kafir di atas bumi ini, seperti yang Allah firmankan dalam surat Al-Anfal / 8 ayat 73 berikut :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (saling memberikan loyalitas/ al-walak) niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

6. Hijrah adalah jalan meraih keridhaan Allah dan syurga di akhirat kelak, seperti yang dijelaskan Allah dalalm surat At-taubah ayat 100 :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

7. Hijrah adalah bukti bahwa karunia dan keridhaan Allah di mata orang-orang yang benar Mukmin, jauh lebih mahal dan lebih utama dari sebuah negeri dan harta, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Al-Hasyr / 59 ayat 8 :

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

8. Hijrah adalah jalan meraih rahmat (kasih sayang) Allah dan ampunan-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah / 2 ayat 218 :

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

9. Hijrah adalah jalan meraih tempat tinggal yang bagus di dunia dan balasan akhirat, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam surat An-Nahl / 16 ayat 41 :

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui.

10. Mati yang terbaik adalah dalam keadaan berjihad dan berhijrah. Di samping itu, Hijrah dan Jihad adalah jalan terbaik meraih rezki dan syurga Allah, sebagaimana yang dijelaskan-Nya dalam surat Al-Hajj / 22 : 58 & 59 berikut :

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (58) لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُدْخَلًا يَرْضَوْنَهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ (59)

Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (syurga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. (58) Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

11. Hijrah adalah jalan keselamatan dari ancaman neraka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 97 - 99 :

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (97) إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا (98) فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا (99)

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri – karena tidak mau berhijrah -, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah kepadanya (bumi yang lain)?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (97) kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),(98) mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.(99).

Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita prinsip Hijrah yang pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan dunia dan akhirat kita, sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an sebelumnya.

Apakah Hijrah yang terkait dengan keharusan meninggalkan kampung halaman ke kawasan bumi lain demi menyelamatkan keimanan dan ajaran Islam sebagaimana yang dilakukan Rasul Saw. dan para Sahabat beliau ketika mereka Hijrah ke Etiopia (Afrika), ke Thaif atau ke Al-Madinah Al-Munawwarah yang sebelumnya bernama Yatsrib, ataupun Hijrah yang terkait dengan situasi, kondisi dan keadaan, seperti Hijrah dari jahiliyah kepada Islam, dari syirik dan khurafat kepada iman dan tauhid, dari kebodohan kepada ilmu, dari kemiskinan kepada kecukupan, dari kerakusan dan ketamakan kepada qana’ah (merasa puas), dari kemungkaran kepada ma’ruf, dari maksiat kepada ketaatan, dari kemalasan kepada kesungguhan, dari kesombongan kepada tawadhu’ (kerendahan hati), dari egois kepada empati, dari pelit kepada pemurah dan dermawan, dari cinta dunia kepada cinta akhirat dan seterusnya.

Dalam kondisi negeri yang tidak menentu seperti sekarang ini, dalam kondisi umat kita yang terpuruk dalam berbagai lapangan kehidupan seperti saat ini, khususnya keterpurukan keimanan, akhlak, pendidikan dan ilmu pengtahuan serta ekonomi, dalam situasi jahiliyah yang mendominasi sistem dan gaya kehidupan (life style) umat dan negeri kita seperti sekarang ini, dalam kondisi di mana kemungkaran dan maksiat merajalela di negeri ini sebagai akibat sistem jahiliyah yang diterapkan, dan dalam kondisi penjajahan modern dan dominasi asing dalam berbagai lapangan kehidupan Negara da umat kita saat ini, maka HIJRAH mutlak diperlukan.

Sebab itu, Hijrah mesti kita lakukan sekarang juga dan tidak boleh ditunda barang sedikitpun. Kalau tidak, kita tidak akan beranjak dari situasi dan kondisi yang ada sekarang. Kalau kita tidak Hijrah sekarang, maka generasi setelah kita nanti tidak akan keluar dari situasi dan kondisi buruk yang kita hadapi saat ini dan mungkin lebih buruk lagi.

Hijrah adalah solusi dari berbagai kondisi pahit yang sedang kita hadapi hari ini. Hijrah adalah jalan kemerdekaan dari belenggu dan penjajahan sistem jahiliyah yang dipaksakan kepada negeri dan umat kita.

Apalagi seperti sekarang ini sangat memprihatinkan dan menyakitkan bahwa sistem jahiliyah yang dibenci Allah dan Rasul-Nya itu, bukan hanya dipaksakan untuk diterapkan di negeri dan umat kita oleh kaum penjajah kafir, akan tetapi oleh saudara-saudara kita sendiri yang mengaku Muslim dan bahkan oleh sebagian mereka yang mengklaim pejuang dan aktivis dakwah itu sendiri. Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun….

Kami mengharapkan pandangan, pendapat, sikap dari para pengunjung dan pembaca.

++++

Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih atas perhatiannya. Dengan ini rubrik dialog sebelumnya kami tutup. dari www.eramuslim.com

Minggu, 13 Desember 2009

ENSIKLOPEDI HEWAN YANG HALAL DAN YANG HARAM DIMAKAN

ENSIKLOPEDI HEWAN YANG HALAL DAN YANG HARAM DIMAKAN (Bagian pertama) [1]

Oleh: Wahyudi Abu Syamil Ramadhan[2]

I. KAIDAH-KAIDAH UMUM

Kaidah 1

Memakan makanan yang baik akan berakibat yang baik pada jiwa dan fisik. Maka makanan yang dibolehkan Allah SWT pastilah makanan yang bermanfaat bagi fisik, akal serta akhlak. Dari sini dapat disimpulkan bahwa setiap makanan yang yang bermanfaat (yang dibolehkan syara’) pasti makanan yang baik sebaliknya makanan yang mendatangkan mudharat (yang diharamkan syara’) tentulah makanan yang kotor (tidak baik). Memakan makanan yang halal lagi thoyyib akan berpengaruh secara signifikan pada hati serta dan dikabulkannya doa dan ibadah. Sebaliknya memakan makanan yang haram berdampak pada ditolanya doa dan ibadah. Sebagaimana firman Allah SWT:

أُولَئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (41) سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْت

Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram (QS Al Maidah: 41 – 42)

Bila seseorang tidak menjaga dan memperhatikan makanan yang dimakannya maka bagaimanakah mungkin Allah SWT akan mensucikan jiwanya dan mengabulkan doanya?

Nabi bersabda:

أيها الناس إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال { يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا إني بما تعملون عليم } [ 23 / المؤمنون / الآية 51 ] وقال { يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم } [ 2 / البقرة / الآية 172 ] ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب ومطعمة حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب لذلك ؟

Wahai manusia sesungguhnya Allah adalah zat yang Maha baik, tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman seperti apa yang diperintahkan kepada para Nabi (yaitu hanya memakan makanan yang halal lagi baik). Allah befirman: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al Mukminuun: 51). Allah juga berfirman: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.(QS al Baqara: 172). Kemudian Nabi menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan yang jauh, tampilannya kusut, penuh debu kemudian dia menegadahkan tangannya kelangit dan bedo’a ya Tuhanku…ya Tuhanku. Sementara makanannya, minumannya dan pakainan dari sumber yang haram serta memberikanan makanan juga dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya terkabulkan? (HR. Muslim no. 1015).

Makanan yang halal atau haram akan mempengaruhi jiwa, perilaku dan kekonsistenan seseorang secara individu. Demikian juga hal ini akan mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Karena masyarakat terbentuk dari individu-individu. (Bersambung)

Yogyakarta, 13 desember 2009



[1] Buku aslinya berjudul AL HAYAWANAT MAA YAJUUZU AKLAHU WA MAA LAA YAJUUZU KARYA SULAIMAN BIN SHALIH AL KHURASYI

[2] Santri Ma’had Umar bin Khattab dan Ma’had Hamfara Yogyakarta, Mahasiswa pascasarjana UNY di Yogyakarta

MATEMATIKA MENGANYAM DUNIA

MATEMATIKA MENGANYAM DUNIA

Oleh: Wahyudi Kelas: Pendidikan Matematika B NIM: 09709251010

Diriku bertanya:

Apakah hakikat menganyam?

Diriku Menjawab:

Menganyam adalah menyatukan serpihan-serpihan, lembaran-lembarang, helaian-helaian

Diriku bertanya:

Apalagi hakikat menganyam?

Diriku menjawab:

Mengatur yang tidak teratur, mengarahkan yang tidah terarahkan, memperbaiki yang rusak

Diriku bertanya:

Lalu, apalagi hakikat menganyam?

Diriku menjawab:

Membuat perencanaan untuk mencapai sebuah visi dan misi

Diriku bertanya:

Adakah lagi yang bias kau sampaikah dengan hakikat menganyam?

Diriku menjawab:

Taat dan jujur dengan prosedur, setiap langkah penuh dengan alasan yang logis dan rasional

Diriku bertanya:

Baiklah sekarang aku telah mendapatkan gambaran tentang hakikat menganyam. Nah, sekarang terangkanlah kepadaku hakikat matematika

Diriku menjawab:

Baiklah, untuk menjawab pertanyaanmu itu berikut aku kutipkan elegi guru filsafatku Bapak Dr. Marsigit dalam elegi silaturahmi matematika.


Matematika1:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku bukanlah ilmu alam. Tetapi sebetul-betulnya aku adalah ilmu tentang bicara. Guruku adalah Thales.

Matematika2:
Au adalah matematika. Jika aku geometri maka aku bukanlah bilangan. ku ada di dalam pikiranmu. Sesungguhnya sifatku itu abstrak. Yang konkrit itu hanyalah contohku. Aku telah ada secara lengkap dalam pikiranmu. Jika engkau tidak bisa menemukanku, itu hanyalah kekurang pahamanmu. Guruku adalah Plato.

Matematika3:
Aku adalah matematika. Aku adalah ilmu yang koheren. Bilanganku dapat mengatur alam. Tetapi sulit dibedakan atara aku dengan ilmu alam. Tetapi hidupku memang memerlukan bukti. Bagiku ruang adalah diskret. Dalil Pythagoras adalah diriku yang paling terkenal. Bisa saja orang-orang mengagumiku. Tetapi dalam diriku terdapat incommensurability. Guruku adalah Pythagoras.

Matematika4:
Aku adalah logika pertama. Aku tersusun atas proposisi-proposisi. Jiwaku adalah silogisma. Di dalam diriku terdapat infinite regress. Aku bersifat apodiktic. Postulat dan aksioma adalah landasanku. Guruku adalah Aistoteles.

Matematika5:
Aku adalah matematika. Aku bersifat aksiomatik. Yang utama dari diriku adalah geometri. Metodeku adalah deduksi. Postulat ke 5 adalah yang paling terkenal. Guruku adalah Euclides.

Matematika6:
Aku adalah matematika. Aku bersifat empiris. Aku adalah persoalan konkrit sehar-hari. Bagiku logika tidak meberikan informasi apapun. Guruku adalah Bacon, Locke, Berkely dan Hume.

Matematika7:
Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah geometri. Aku berada di dalam pikiranmu. Aku beranat dari keragu-raguanmu. Aku bersifat deduktif. Guruku adalag Rene Descartes.

Matematika8:
Aku adalah matematika. Aku bersifat sintetik a priori. Aku berada dalam intuisimu. Ituisimu adalah ruang dan waktumu. Keputusanmu adalah diriku yang tertinggi. Guruku adalah Immanuel Kant.

Matematika9:
Aku adalah matematika. Sebenarnya diriku adalah logika. Logika itulah matematika. Kalkulus pernyataan adalah contohku. Guruku adalah Leibniz, Frege dan Russell.

Matematika10:
Aku adalah matematika. Intuisimu adalah metodeku. Aku lebih mementingkan membangun dari sekedar diberikan. Guruku adalah Brouwer.

Matematika11:
Aku adalah matematika. Aku adalah pengamatanmu. Maka aku adalah kekeliruanmu. Guruku adalah Lakatos.

Matematika12:
Aku adalah matematika. Aku lebih mementingkan sistem. Aku adalah konsistensimu. Aku bersifat rigor. Sistemku benar-benar tunggal. Aku memerlukan dasar yang kokoh. Konsistensi adalah nyawaku. Orang biasa menyebut diriku sebagai formalisme. Guruku adalah Hilbert.

Matematika13:
Aku adalah matematika. Tetapi wujudku adalah bahasa. Walaupun aku itu empiris. tetapi aku tetap logika. Guruku adalah Wittgenstein.

Matematika14:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku tidak dipengaruhi oleh benda-benda kongkrit.
Kebenaranku terbebas dari nilai-nilai. Orang sering menyebut diriku sebagai absolutisme.

Matematika15:
Aku adalah matematika. Jika aku lengkap maka aku tidaklah konsisten. Tetapi jika aku konsisten, maka aku tidaklah lengkap. Guruku adalag Godel.

Matematika16:
Aku adalah matematika. Konstructivis adalah jiwaku. Guruku adalah Aristoteles, Piaget, dan Paul Ernest


Matematika17:Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah pola-pola dan relasi. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika18:
Aku adalah matematika. Diriku tiada lain adalah komunikasi. Tiadalah diriku yang tidak dapat dikomunikasikan. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika19:
Aku adalah matematika. Diriku adalah investigasi. Kegiatan penelitian itu adalah diriku. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika20:
Aku adalah matematika. Diriku bisa obyektif dan bisa subyektif. Diriku obyektif jika berada di luar dirimu. Diriku subyektif jika berada di dalam dirimu. Diperlukan pergaulan agar engkau mengetahui aku yang subyektif dan obyektif. Guruku adalah Paul Ernest.

Matematika21:
Aku adalah matematika. Bidangku tidaklah datar. Bidangku adalah kurva-kurva lengkung. Jumlah besar sudut pada segitigaku tidaklah sama dengan seratus delapan puluh derajat. Guruku bukanlah Euclides. Guruku adalah Lobachevski

Tunggal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat tunggal. Landasanku bersifat kokoh. tetapi kebanyakan orang meyebut aku sebagai mitos.

Universal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat universal. Tetapi kebanyakan orang juga mengatakan bahwa aku adalah mitos.

Pasti:
Aku adalah matematika. Aku menjamin kepastianku. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

Obyektif:
Aku adalah matematika. Aku menjamin obyektivitas. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

Diriku bertanya:

Adakah elegy lain tentang matematika

Diriku menjawab:

Ada, tapi karena keterbatasan ruang dan waktu. Maka aku hanya akan mengutip sebagain saja. Judul elegy ini adalah: Mengapai Hakekat Matematika kesatu

Matematika bermonolog imaginer:
Awalnya aku hanyalah gelaja. Sebetulnya gejalaku ada di mana-mana. Tetapi jelas tidaknya gejalaku tergantung dari tempat tinggalku. Gejalaku sangat jelas ketika aku berada di pegunungan, di lautan dan di hutan rimba. Tetapi sayangnya pada tempat-tempat itu tiadalah orang menyaksikanku, sehingga gejalaku tidak dapat bicara. Pada saat itulah aku menyadari bahwa aku perlu bekerjasama dengan manusia agar gejalaku dapat bicara. Itulah mengapa pidato pertamaku aku sampaikan pada orang-orang di tepian sungai nil. Mula-mula pidatoku aku sampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana. Aku hanya menggunakan dua kata saja pada waktu itu yaitu naik dan turun. Ketika aku naik, maka mereka berlarian menyelamatkan diri. Ketika aku turun maka mereka berdatangan berduyun-duyun. Mereka tidak menyadari bahwa aku telah mengangkat mereka menjadi murid-muridku. Sesungguh-sungguhnya itulah pekerjaan rumah (PR) pertama yang dikerjakan manusia atas gurunya aku. Ketika aku naik, maka aku sembunyikan batas-batas mereka. Ketika aku turun maka batas batas itu sebagian aku munculkan sebagian lagi aku masih sembunyikan. Di situlah aku melihat anarkisme pertama dari manusia-manusia. Mereka saling berebut. Mereka saling berdusta. Mereka saling bertengkar. Bahkan mereka saling membunuh dalam rangka memperebutkan batas-batas yang aku sembunyikan.

Mereka tak sengaja menemukan persembunyianku:
Itulah sebenar-benar manusia. Mereka ternyata mempunyai daya ingat. Ingatan mereka ternyata dapat menemukan batas-batas yang aku sembunyikan. Padahal sebetul-betulnya batas adalah diriku sendiri. Tetapi mereka belum menyadari tentang diriku. Namun beberapa dari mereka telah sepakat menggunakan ingatan bersama tentang batas-batas yang aku sembunyikan. Itulah pertama-tama mereka menamaiku sebagai garis. Aku disebutnya sebagai garis batas. Kemudian aku disebut pula sebagai garis batas wilayah. Ternyata itulah kehebatan manusia. Mereka tidak hanya menemukan aku yang satu, tetapi aku yang lain juga mulai mereka temukan. Mereka menemukan aku sebanyak empat, kemudian mereka sepakat untuk menamaiku sebagai segi empat. Aku sengaja berpenampilan rupa ragam, ternyata mereka juga menemukanku sebanyak empat dimana aku duduk bersejajar dua-dua, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi panjang. Masih aku sembunyikan lagi sebagian diriku. Ternyata mereka juga menemukan diriku yang empat duduk sejajar-sejajar sama panjang, kemudian mereka menyebutku sebagai persegi. Hebat benar manusia-manusia itu. Sampai disini aku bertanya apakah aku mulai dipertemukan dengan manusia. Kemudian mereka sebenarnya siapa. Dan aku sebenarnya siapa juga?

Orang tua berambut putih datang:
Wahai matematika, saatnya sudah engkau turun dari singgasanamu. Tidaklah selalu engkau harus dalam posisi seperti itu. Walaupun engkau ratu sekalipun, tetapi ada kalanya engkau harus mengabdikan diri kepada manusia sebagai pelayan. Maka pergilah dan bantulah manusia-manusia itu untuk membangun peradabannya.

Matematika:
Wahai orang tua berabut putih. Aku sanggup melaksanakan perintahmu tetapi dengan syarat. Sedangkan syarat-syaratku itu adalah: pertama aku harus bersama-sama bisa menjadi ratu sekaligus pelayan; kedua, aku harus selalu mengikutimu; ketiga, aku netral dan tidak memihak siapapun; keempat, aku harus tetap abstrak tetapi bisa berujud kongkrit jika aku mau; kelima, aku harus tetap bersifat abadi dan keabadianku mendahului manusia dan mengakhiri manusia; keenam, aku tidak memerlukan pujian dan sanjungan serta tidak memerlukan predikat apapun.

Kerumunan orang-orang:
Wahai makhluk aneh. Siapakah dirimu dan dimanakah engkau tinggal? Kenapa selama ini engkau sembunyikan batas-batasku? Bersediakah engkau membantuku untuk membangun peradabanku?

Matematika:
Ketahuilah, namaku adalah matematika. Sebagian dari engkau telah mengenalku tetapi sebagian banyak yang belum mengenalku. Sebagian dari diriku juga telah engkau kenal. Garis-garis batas itulah contohku. Tidak hanya itu contoh-contoh ku masih banyak lagi. Yang akan ku sebut berikut itu semua adalah diriku. Persegi adalah aku. Persegi panjang adalah aku. Garis lurus adalah aku. Keliling sawah-sawahmu adalah adalah aku. Luas sawah-sawahmu adalah aku. Namun dari sedikit yang aku sebut, belumlah seberapa dari banyaknya diriku yang lain. Semakin engkau benyak mengetahuiku, semakin banyak pula yang belum engkau ketahui. Itulah sebanar-benar PR ku buatmu. Maka sebenar-benar aku adalah PR buatmu.
Maka namaku pun bermacam-macam. Geometri adalah aku. Aritmetika adalah aku. Aljabar adalah aku. Kalkulus adalah aku. Bilangan adalah aku. Pengukuran aadalah aku. Rumus-rumus adalah aku. Pola-pola adalah aku. Pemecahan masalah adalah aku. Penyelidikan adalah aku. Rasa ingin tahu adalah aku. Bahkan komunikasimu adalah aku. Jikalau engkau telah menemukanku lebih banyak lagi maka aku bersedia membantumu untuk membangun peradabanmu. Lebih dari itu, jika engkau mampu menggunakan akal pikiranku untuk menemukanku, maka akupun rela menjadi pelayanmu. Itulah sebenar-benar diriku, adalah alat buat kehidupanmu. Maka perkenalan pertamamu terhadap diriku adalah mengenalku sebagai peralatan bagimu. Dan itu baik-baik saja. Sesuatu yang baik bolehlah engkau ejar-ajarkan kepada cucu-cucu maupun keturunanmu.

Kerumunan orang-orang:
Wahai matematika bagaimanakah caranya aku bisa menumpaiku.

Matematika:
Ada syarat-syarat engkau bisa menemuiku. Jika syarat-syarat itu terpenuhi, maka engkau tidak hanya bisa menemuiku, tetapi engkau bisa memilikiku. Tidak hanya itu jika engkau betul-betul telah memilikkiku maka engkau dapat menjelma menjadi engkau, dan engkau bisa menjelma menjadi aku. Maka sebenar-benar aku adalah engkau pula pada akhirnya.

Kerumunan orang-orang:
Lalu, apakah syaratnya agar aku bisa menemuimu?

Matematika:
Pertama-tama, engkau harus mempunyai niat dan usaha untuk menemuiku. Niatmu harus tulus disertai rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa sudah saatnya lah engkau akan bertemu denganku. Kedua, engkau harus menyesuaikan sikap, perkataan dan perbuatanmu. Sikap, perkataan dan perbuatanmu itu harus berakhir pada pikiran kritismu. Karena, hakekat diriku tidak lain-tidak bukan adalah pikiran kritismu itu. Ketiga, engkau harus selalu mencari diriku yang lain, kapanpun dan dimanapun. Keempat, engkau harus selalu menjalin silaturahim dengan semua diriku. Sebenar-benar silaturahimmu kepadaku adalah usahamu menggunakan diriku untuk keperluanmu. Semain banyak engkau menggunakanku, maka semakin pula engkau mengenal diriku. Dan yang kelima adalah selalu beritahukan tentang diriku kepada orang lain, serta gunakan pula diriku ketika engkau ingin membantu orang lain.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih atas penjelasannmu. Bolehkah aku bertanya? Aku mempunyai sawah berbentuk persegi panjang. Panjangnya 5 sedangkan lebarnya 4. Berapakah luas sawahku itu?

Matematika:
Gunakan luas satuan. Kemudian tutupilah sawahmu itu dengan bangun-bangun satuan, maka engkau temukan bahwa banyaknya luas satuan adalah 4 kali 5 sama dengan 20. Jadi luas sawahmu adalah 20.

Kerumunan orang-orang:
Terimakasih, sekarang aku sudah mempercayaiku. Maka bersiaplah wahai matematika engkau menjadi pelayanku. Maka selalu siaplah engkau aku panggil setiap saat dan akan aku gunakan untuk bermacam-macam keperluan.

Diriku bertanya:

Wah luar biasa!!! Aku jadi semakin faham dan mengerti arti penting matematika dalam percaturan dunia. Ternyata ada irisan antara menganyam dunia dengan matematika.

Diriku menjawab:

Ya begitulah. Tapi ingat matematika tidak sendiri dalam menganyam dunia. Hakikat semua ilmu adalah ingin menuju kebaikan. Maka jadikanlah matematika sahabat bagi ilmu-ilmu lain. Jadikann semua ilmu bekerja sama untuk menganyam dunia. Untuk dunia yang lebih baik.

Yogyakarta, 13 Desember 2009

Jumat, 11 Desember 2009

Bolehkah sahur saat adzan berkumandang

Apakah boleh makan sahur pada waktu azan? Andai saya lakukan apakah puasa saya tetap sah? (Faisal, Banjarmasin)

Jawab

Batas waktu sahur adalah hingga telah tampak jelas antara benang putih dari benang hitam atau telah masuk fajar shadiq. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

... وكُلوا واشربوا حتى يتبينَ لكم الخيطُ الأبيضُ من الخيطِ الأسودِ من الفجرِ ثم أتمُّوا الصيامَ إلى الليلِ ...

Artinya: …dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam…(QS al Baqarah: 187).

Ukuran fajar shadiq adalah saat dikumandangkan adzan kedua. Bukan adzan yang pertama. Karena berdasarkan sunnah nabi adzan dilakukan dua kali. Berdasarkan hadist nabi saw:

أن بلالاً كان يؤذِّن بليل ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كلوا واشربوا حتى يؤذِّن ابن أم مكتوم ، فإنه لا يؤذِّن حتى يطلع الفجر ...

Artinya: bahwasanya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka rasul saw bersabda: makan dan minumlah kalian hingga Abdullah bin umi maktum mengumandangkan adzan, karena Abdullah bin Umi Maktum adzan pada saat terbit fajar (HR Bukhari, Muslim, an Nasaai, Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Dari hadist ini juga dapat kita fahami bahwa batas waktu sahur adalah saat adzan karena adzan kedua menunjukan telah masuknya fajar shadiq.

Akan tetapi apabila adzan sudah dikumandangkan sedangkan masih ada sedikit makanan atau minuman yang belum habis maka diperbolehkan menyelesaikannya. Syaikh Mahmud Abdul Latif Uwaidhah salah seorang ulama Hizbut Tahrir dalam kitab beliau al jami’ li ahkamish shiyam menyatakan:

4- وأقول لخائفٍ من تأخير السَّحور : إِنه إن سمع الأذان الثاني وكانت في يده لقمةٌ من طعام أو شربةٌ من ماء فلْيأكلْها ولْيشربْها ، فإِن الأذان لا يعني الحَدِّية في التوقف عن الطعام والشراب ، لا سيما وأنهم يُعجِّلون الأذان الثاني احتياطاً ، وقد دلَّ على هذا الحديث في البند 6 .

Saya katakan bagi orang yang takut dalam mengakhirkan sahur: bahwasanya jika dia mendengar adzan yang kedua sementara ditangannya masih ada segenggam makanan atau sedikit minuman maka makan dan minumlah. Karena adzan kedua bukanlah waktu yang membatasi dari makan dan minum. Apalagi bila mereka tergesa-gesa dalam pelaksanaan adzan yang kedua karena alasan kehati-hatian. Dalil yang membolehkan hal ini adalah hadist pada point (6).

Hadist yang beliau maksud adalah:

6- عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : { إذا سمع أحدُكم النداءَ والإِناءُ على يده ، فلا يضعه حتى يقضي حاجته منه } . رواه أبو داود ( 2350 ) وأحمد والدارَقُطني ، والحاكم وصححه ، وأقرَّه الذهبي .

Dari abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda: apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan (adzan kedua) dan bejana (makanan) ada dihadapannya maka janganlah menyembunyikannya (berhenti makan) hingga dia menyelesaikan hajatnya. (HR Abu dawud no. 2350, Ahmad dan al daraquthni. Disahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz-dzahabi)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa makan dan minum pada saat adzan berkumandang masih dibolehkan bila dia belum sempat bersahur atau sekedar untuk menghabiskan sisa makanan. Maka sah puasanya. Wallahu ‘alam.

Wahyudi Abu Syamil Ramadhan

Yogyakarta, 12-12-2009