Jumat, 24 Juni 2011

Rajab, Surah al Isro, dan Kemusnahan Bangsa Yahudi



Pendahuluan
Di bulan Rajab ini surah yang ‘populer’ tentu adalah surah al Isro, surah ke- 17 di dalam al qur’an. Lebih spesifik lagi pada ayat yang pertama. Allah berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Isro [17]: 1).
Ayat ini biasa dibaca dalam peringatan isro dan mi’raj Nabi saw. Padahal ayat ini adalah satu-satu ayat yang membahas tentang isro dan mi’raj Nabi saw dalam surah ini. Sebaliknya sesuai dengan nama surah ini yaitu Al Isro atau disebut juga surah Bani Israil, maka di dalam surah ini banyak membicarakan tentang Bani Israil. Salah satu yang dibahas adalah khabar/informasi kerusakan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi sekaligus kemusnahannya. Informasi ini bisa kita dapatkan dalam ayat 4-7. Allah berfirman:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا (4) فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا (5) ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (QS. Al Isro [17]: 4-7)
Yang dimaksud “Dan telah Kami tetapkan” (QS. Al-Isro:4), yakni Kami tulis dan kabarkan kepada Bani Israil bahwa kalian kelak akan melakukan kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali. Namun yang perlu ditegaskan bahwa ketentuan Allah untuk Bani Israil tersebut bukanlah ketentuan yang bersifat memaksa, sebab hal ini merupakan wilayah yang menjadi pilihan manusia dan Allah tidak memaksa siapapun untuk berbuat kekejian. Allah berfirman:
وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آَبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. Al A’raaf [7]: 28)
Kerusakan Pertama
Menurut Syaikh Mahir Agha mengutip pendapat Dr. Shalah al Khalidi, kerusakan pertama yang dilakukan orang-orang Yahudi dengan congkak telah terjadi di negeri Hijaz sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw. Kabilah Yahudi pergi dari Palestina mendatangi Hijaz, Madinah dan sekitarnya. Mereka lari dari kekejaman Yunani dan Romawi. Orang-orang arab seperti suku Aus dan Khazraj terkagum-kagum dengan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan pola hidup orang-orang Yahudi. Kesempatan ini digunakan oleh Yahudi untuk mengekploitasi bangsa arab. Mereka memprovokasi suku aus dan khazraj sehingga keduanya terlibat dalam konflik berkepanjangan (sekitar 120 tahun), selain itu mereka menjeratnya dengan sistem riba yang mencekik.
Surah Al Isro’ merupakan surah makkiyah (turun di mekah) pada tahun kesepuluh kenabian. Penghentian kerusakan pertama dimulai setelah perang Badar yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Oleh karena itu, ungkapan dalam ayat ini menggunakan lafadz “idza” (apabila) untuk menggambarkan masa depan.
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا
Artinya: maka apabila datang janji pertama dari kedua janji itu (QS. Al – Isro’: 5)
Artinya, penghentian kerusakan itu terjadi setelah turunnya ayat ini, dan bukan peristiwa yang telah terjadi sebelum ayat ini diturunkan.
Janji Allah pasti terwujud, karena Allah tidak akan mengingkari janji-janji-Nya. Ketika Rasul dan sahabat hijrah ke Madinah. Kemudian beliau mengikat suku-suku yang ada dengan mitsaqul madinah (Piagam Madinah). Ternyata entitas Yahudi yang terikat dalam perjanjian mengingkarinya. Maka Rasul menghukum mereka, sebagian besar dari mereka diusir dan sebagiannya dibunuh. Hal ini dipertegas dengan firman Allah:
بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا
Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana (QS. Al Isro’[17]: 5)
Yang dimaksud lafadz ‘ibadan lana adalah para sahabat Nabi. Kata ‘ibadan (hamba-hamba) yang disambung dengan lafadz lana (bagi kami) menegaskan hal tersebut. Tidak seperti anggapan sebagian mufassir yang menyatakan bahwa yang dimaksud hamba-hamba kami adalah Nebukadnezar dan tokoh-tokoh lain dari bangsa Asyur, Yunani, dan Romawi. Al quran secara tegas juga membedakan istilah ‘abid dengan ‘ibad, meski secara harfiah artinya sama, yaitu hamba. Kata ‘abid dalam al quran disebutkan sebanyak lima kali dan semuanya ditujukan untuk orang kafir. Seperti fiman Allah:
وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ
Artinya: Tuhanmu tidak akan menganiaya hamba-hamba (QS.Fushilat [41]: 46)
Sedangkan kata ‘ibad disebutkan dalam al quran sebanyak 95 kali, dan kebanyakan ditujukan bagi orang-orang beriman yang shalih.
Kerusakan Kedua
Pasca runtuhnya khilafah sebagai institusi pelindung kaum muslimin -bahkan runtunya khilafah juga tidak terlepas dari peran yahudi Dunamah bernama Mustafa Kamal- Yahudi kembali berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka eksodus secara bergelombang ke Palestina, hingga akhirnya membangun entitas negara Israel pada tahun 1948, kerusakan dunia karena penerapan ideologi sosialisme dan kapitalisme juga tidak terlepas dari campur tangan Yahudi. Karl Marx sebagai ideolog sosialisme adalah seorang Yahudi, Adam Smith sebagai pencetus ekonomi kapitalis juga adalah seorang Yahudi, bahkan ada sebuah buku yang secara tegas menyatakan bahwa Obama adalah 100 % Yahudi. Benarlah firman Allah:
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (QS. Al Isro’ [17]: 6)
Kata tsumma (kemudian) menjelaskan perihal kerusakan yang kedua. Kata tsumma digunakan untuk menunjukkan urutan peristiwa dengan jangka waktu yang cukup lama, yaitu setelah lebih 13 abad umat Islam berjaya. Namun saat umat Islam telah jauh dari agamanya, tidak memiliki pemahaman yang benar tentang agamanya, hingga diruntuhkannya institusi pelindungnya maka umat Islam kembali menjadi bangsa yang terjajah.
Masa kemenangan umat Islam
Di akhir ayat ketujuh Allah menjanjikan kemenengan umat Islam dan kemusnahan bagi bangsa Yahudi. Allah berfirman:
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai (QS. Al Isro’[17]: 7).
Istilah “mencoreng/menyuramkan muka” adalah ungkapan atas kemenangan kaum muslimin. Sedang yang dimaksud dengan “muka-muka kalian” yakni wajah-wajah orang Yahudi. Kaum muslimin akan memasuki masjid sebagaimana mereka memasukinya dulu dan membinasakan atau menghancurkan segala apa yang dibangun Yahudi sehancur-hancurnya. Sebagaimana hadist Nabi:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلَهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ وَرَاءَ الْحَجَرِ أَوْ الشَّجَرَةِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kalian memerangi orang-orang Yahudi, kaum muslimin akan memerangi mereka sehingga ada seorang yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, lalu batu atau pohon tersebut berkata; 'Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada seorang yahudi bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia, ' kecuali pohon gharqad, karena ia adalah pohon yahudi." (HR. Ahmad no. 9029)
Sebagai tambahan saya kutipkan prediksi Syaikh Basam al-Jarar yang menyatakan bahwa Yahudi akan hancur di tahun 2022. Untuk mendukung pendapatnya Syaikh al Jarar mengutip cerita dari Syaikh Muhammad Ahmad Rasyid pada saat negara Israel berdiri pada tahun 1948. Seorang wanita Yahudi tua menemuinya sambil menangis dan mengatakan negara ini berdiri hanya untuk menghancurkan orang Yahudi. Wanita tersebut kemudian mengatakan bahwa negara ini hanya akan bertahan selama 76 tahun. Syaikh Jarar mengatakan bahwa penyataan wanita tersebut bukanlah analisa politik, tetapi ramalan para rabi yang berkhutbah tentang negara Isrel dan kehancurannya. 76 tahun yang dimaksud oleh wanita tersebut tentu dalam perhitungan qamariyah. Sebab orang Yahudi biasa menggunakan kalender qamariyah. Jika tahun qomariyah ini dikonversi ke penanggalan syamsiyah maka menjadi 74 tahun karena terdapat selisih satu bulan setiap tiga tahunnya. Maka 1948 + 74 = 2022. Wallahu ‘alam.
Yang menarik adalah NIC (National Inteligent Council) sebuah lembaga intelejen AS yang berpusat di Washington dalam laporannya yang berjudul The Global Future Mapping 2020 salah satunya memperkirakan bakal berdirinya The New Islamic Chaliphate. Maka bisa jadi khilafah yang dipimpin seorang khalifahlah yang akan akan mengomando jihad kaum muslimin untuk meluluhlantakkan entitas Yahudi-Israel. Yang jelas khilafah PASTI AKAN BERDIRI karena khilafah adalah JANJI ALLAH dan KABAR GEMBIRA dari Rasulullah saw. Mari kita perjuangkan!!! Wallahu ‘alam bi shawab
Banjarmasin, 22 Rajab 1432 H/27 Juni 2011
HP 081251188553

Tidak ada komentar: